Bali, 7 September 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melaksanakan kegiatan Benchmarking dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola akademik, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta perluasan kerja sama kelembagaan antara kedua perguruan tinggi.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.30 WITA, dilanjutkan pembukaan yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan ketua panitia, serta sambutan dari Direktur Program Pascasarjana Undiksha dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA)/Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) antara Program Pascasarjana Undiksha dan Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen kedua institusi untuk memperkuat sinergi dan membuka peluang implementasi kerja sama pada bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Selain penguatan kerja sama kelembagaan, kegiatan benchmarking juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Peserta memperoleh pemaparan mengenai profil Gugus Kendali Mutu (GKM) Program Pascasarjana Undiksha sebagai salah satu praktik baik dalam pengelolaan dan pengendalian mutu di lingkungan pascasarjana.
FGD kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi bertema “Penguatan SPMI Pascasarjana melalui Pengembangan Dokumen Mutu Berbasis PPEPP: Strategi, Praktik Baik, dan Tantangan Implementasi.” Materi disampaikan oleh Endah Retnowati, Ph.D., Sekretaris Direktorat Penjaminan Mutu Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam sesi tersebut dibahas pentingnya pengembangan dokumen mutu yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi landasan dalam pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Implementasi PPEPP secara konsisten menjadi salah satu kunci untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Materi selanjutnya bertajuk “Dari Dokumen ke Budaya Mutu: Praktik Baik Implementasi dan Evaluasi PPEPP di Lingkungan Undiksha” disampaikan oleh Dr. I Putu Pasek Suryawan, M.Pd., dari Divisi Pengembangan Dokumen GKM Pascasarjana Undiksha. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana dokumen penjaminan mutu diterapkan secara nyata dalam kegiatan akademik dan selanjutnya dievaluasi untuk mendukung peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta dari Sekolah Pascasarjana Unikama memperoleh berbagai wawasan terkait strategi pengembangan dokumen mutu, pelaksanaan monitoring dan evaluasi, penguatan peran Gugus Kendali Mutu, serta tantangan dalam membangun budaya mutu pada tingkat program studi maupun pascasarjana.
Bagi Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, kegiatan benchmarking ini memiliki nilai strategis karena hasil yang diperoleh dapat dijadikan sebagai bahan refleksi dan pengembangan sistem pengelolaan mutu di lingkungan Sekolah Pascasarjana. Praktik baik yang diperoleh dari Undiksha diharapkan dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan kebijakan mutu di Unikama.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan jejaring antarpengelola program pascasarjana. Selain bertukar pengalaman, kedua institusi dapat mengembangkan tindak lanjut kerja sama berupa seminar bersama, kuliah tamu, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran narasumber, kegiatan mahasiswa, serta program pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Benchmarking dan FGD di Undiksha Bali, Sekolah Pascasarjana Unikama menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pengelolaan pendidikan pascasarjana yang bermutu dan berkelanjutan. Penguatan SPMI dan implementasi PPEPP diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi berkembang menjadi budaya mutu yang terinternalisasi dalam seluruh aktivitas akademik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang dalam meningkatkan mutu layanan akademik, mendukung pencapaian standar pendidikan tinggi, memperkuat kesiapan akreditasi, serta membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, dan institusi.
