Malang, 25 Juli 2026 – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) turut memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan 2nd ICASSE (International Conference on Applied Social Science in Education) 2026 yang berlangsung pada 24–25 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, yakni secara luring di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang dan secara daring melalui Zoom Meeting.
Konferensi internasional tahun ini mengangkat tema “Reimagining Social Studies Education in the Digital Era: Artificial Intelligence, Character Education, and Local Values for Global Citizenship.” Tema tersebut menyoroti pentingnya transformasi pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tengah perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), tanpa mengabaikan pendidikan karakter serta nilai-nilai lokal sebagai fondasi dalam membentuk warga global yang bertanggung jawab.

Kegiatan menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Sejumlah pembicara internasional yang berpartisipasi antara lain Ravinesh Rohit Prasad, Ph.D. dari Fiji National University, Dr. Joanna Tan Tjin Ai dari Universiti Tunku Abdul Rahman, serta Hasliza Abd Halim, Ph.D. dari Universiti Utara Malaysia. Kehadiran para akademisi lintas negara tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan pendidikan sosial, inovasi pembelajaran, kecerdasan buatan, karakter, dan global citizenship.

Dari Indonesia, konferensi ini juga melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Dr. Victor Novianto, M.Hum. dari Universitas PGRI Yogyakarta serta Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd. dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, bersama sejumlah pembicara dari perguruan tinggi mitra lainnya.
Dalam forum tersebut, para narasumber dan peserta mendiskusikan berbagai perubahan yang terjadi dalam pendidikan IPS akibat perkembangan teknologi. Artificial Intelligence tidak hanya dipandang sebagai teknologi pendukung pembelajaran, tetapi juga sebagai tantangan bagi pendidik untuk tetap menjaga aspek kemanusiaan, karakter, etika, kemampuan berpikir kritis, dan nilai budaya lokal dalam proses pendidikan.
Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd., dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, menekankan pentingnya pendidikan IPS yang adaptif terhadap perubahan zaman. Pendidikan IPS perlu terus dikembangkan agar mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan realitas sosial, lingkungan, budaya, serta nilai-nilai lokal yang hidup di masyarakat.
Penyelenggaraan 2nd ICASSE juga menjadi ruang akademik bagi dosen, peneliti, mahasiswa, serta praktisi pendidikan untuk bertukar gagasan, mendiseminasikan hasil penelitian, dan membangun peluang kolaborasi. Selain memperoleh pengalaman dalam forum akademik internasional, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiah dan memperluas jejaring dengan akademisi dari berbagai institusi.
Kegiatan ini memiliki arti penting bagi Program Studi Magister Pendidikan IPS Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, khususnya dalam mendukung internasionalisasi program studi, peningkatan atmosfer akademik, penguatan kerja sama antarlembaga, serta pengembangan kegiatan pendidikan dan penelitian yang relevan dengan perkembangan global.
Melalui 2nd ICASSE 2026, Unikama berharap kolaborasi akademik nasional dan internasional dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai kegiatan bersama dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Konferensi ini sekaligus menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence dalam pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter, penguatan nilai lokal, dan pembentukan global citizenship, sehingga pendidikan IPS tetap relevan dalam menjawab tantangan masyarakat di era digital.
