Seminar Pascasarjana Unikama: Padukan Kearifan Lokal dan Teknologi untuk Membangun Sumber Daya Unggul

Malang — Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan seminar bertema “Akselerasi Sumber Daya Unggul Berbasis Kearifan Lokal dan Teknologi” pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di auditorium dan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan jadwal mulai pukul 12.30 WIB. Seminar menghadirkan Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. sebagai pemateri. Kegiatan dipandu oleh Dr. Rosita Dwi Ferdiani, M.Pd. selaku moderator. Seminar tersebut ditujukan bagi seluruh mahasiswa Sekolah Pascasarjana Unikama sebagai bagian dari pengayaan wawasan akademik.

Tema seminar menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang mampu mengikuti kemajuan teknologi sekaligus memahami nilai-nilai kearifan lokal. Perubahan dalam dunia pendidikan menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kesiapan untuk terus belajar. Kearifan lokal dapat menjadi landasan dalam membangun karakter, memperkuat identitas, dan memahami kebutuhan masyarakat. Teknologi membuka peluang untuk memperluas akses pengetahuan serta mengembangkan pembelajaran dan penelitian. Perpaduan keduanya dapat mendukung lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman dan konteks sosial budaya.

Bagi Program Studi Magister Pendidikan IPS (S2 IPS) Unikama, tema seminar ini memiliki relevansi erat dengan pengembangan pembelajaran yang berangkat dari kehidupan masyarakat. Tradisi, nilai gotong royong, keragaman budaya, dan praktik pelestarian lingkungan merupakan sumber belajar yang dapat memperkaya pembelajaran IPS. Pemanfaatan teknologi memungkinkan sumber belajar tersebut dikembangkan menjadi media digital, dokumentasi budaya, maupun bahan kajian yang lebih mudah diakses. Integrasi ini dapat membantu peserta didik memahami hubungan antara konsep IPS dan persoalan sosial di lingkungan sekitarnya. Pembelajaran IPS pun dapat diarahkan untuk memperkuat pengetahuan, kepedulian sosial, dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Mahasiswa S2 IPS juga dapat menjadikan tema seminar sebagai inspirasi dalam menyusun penelitian dan mengembangkan inovasi pendidikan. Kajian mengenai pembelajaran berbasis kearifan lokal, literasi digital, pendidikan multikultural, dan perubahan sosial merupakan beberapa arah yang relevan untuk dikembangkan. Pemilihan topik tersebut perlu didasarkan pada kebutuhan nyata sekolah dan masyarakat serta didukung metode penelitian yang tepat. Wawasan dari kegiatan akademik ini diharapkan memperkaya kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan teori, penelitian, dan praktik pendidikan. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa S2 IPS untuk berkontribusi sebagai pendidik, peneliti, dan penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.

Scroll to Top